• Home
  • Sintech_Community
  • My Forum
  • Sport
  • Lirik_Lagu
  • Rabu, 20 Mei 2009

    Keputusan berat....sangat berat

    Hari itu, senin tanggal 18 mei 2009 pukul 16.58 PM ........

    Aku telah membuat sebuah keputusan besar menyangkut masa depan ku.....
    Hal yang menyangkut jalan hidup ku.....
    yang merubah warna hidup ku......

    Saat ini aku masih terdaftar sebagai mahasiswa UIN Suska Riau fakultas Sains teknologi jur.Sistem Informasi semester 2.....
    Saat ini aku juga lagi sibuk-sibuknya ngadapin MID.....
    Saat ini aku juga lagi seneng-senengnya kuliah....

    Tapi, inilah hidup....
    disaat kondisi diriku yang seperti ini, aku di terpa oleh pilihan yang begitu membingungkan....
    begitu merumitkan....
    begitu menggiurkan sekaligus sedikit menyengsarakan (meskipun sepertinya hanya sebentar).....

    Aku memiliki seorang pakde yang bekerja di sebuah 'alat negara' di Siak. Beliau meminta diriku untuk dapat mengisi lowongan pekerjaan dalam bidang yang dibawahinya...
    Beliau menyingkirkan puluhan, bahkan ratusan pelamar yang mencoba melamar pekerjaan tersebut demi memasukkan nama diriku.....
    Aku tersanjung dengan tawaran itu, karena itu artinya pakde ku mengakui kemampuan diriku yang aku saja menganggap tidak seberapa....
    Padahal, diantara nama itu ada yang bergelar sarjana yang notabene tingkat pendidikannya jauh diatasku....
    Tapi pakde ku rela melakukan sebuah nepotisme demi ponakannya ini....
    Beliau juga berkata bahwa beliau sudah harus memilih paling lambat malamnya, setelah beliau "terbang" ke Jakarta....
    Bahkan beliau telah membuat SK atas nama diriku....
    Memang sebuah keegoisan yang memaksa aku untuk menerimanya....
    Beliau berkata bahwa beliau akan memilih saudaraku yang lain jika aku tidak menerimanya...
    Hal ini juga sekaligus pernyataan bahwa beliau tidak akan menerima para pelamar yang ratusan tersebut......
    Aku diminta agar langsung memutuskan di saat itu juga, detik itu juga ....
    Saat itu juga beribu hal langsung masuk ke dalam otak ini dan langsung diproses ....
    Begitu banyak yang kupikirkan ...
    Semuanya kupikirkan : Keluarga, kuliahku, kesibukan yang akan kudapatkan, dan teman-temanku......

    Membayangkan apa yang terjadi jika aku menolak yang mungkin tidak akan aku terima lagi......
    Membayangkan pengorbanan pakde ku yang tentu juga akan kecewa jika aku menolak.....
    Membayangkan kekecewaan yang diterima oleh para pelamar yang tidak diterima.....

    Memang sudah menjadi sifatku yang begitu perasa dengan perasaan orang lain....

    Aku berfikir....
    'ini adalah sebuah tawaran yang tidak akan datang 2 kali, aku kuliah untuk bekerja setelahnya, jika sekarang kerja itu sudah didapat apalagi dengan cuma-cuma tanpa perlu aku bersusah payah, kenapa aku mesti menolaknya? Cepat atau lambat aku memang harus bekerja, hanya masalah waktu saja yang berbicara.....
    Kemudian, bagaimana dengan kuliah yang sedang aku jalani?
    Apakah kedua orangtuaku menerimanya?
    Bagaimana reaksi teman-teman dan sahabat-sahabat nanti?

    '
    Tidak bisa aku ingkari bahwa aku memang ingin bekerja....
    Apalagi kerjaan ini langsung dibawah pengawasan pakde ku yang masih lama pensiunnya....
    Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada bekerja dibawah pengawasan keluarga sendiri yang tentunya akan melindungi dari kekejaman dunia kerja, apalagi jika keluarga itu memiliki posisi yang tinggi.....
    Gaji lumayan untuk Honorer.....
    Aku juga masih bisa kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana karena aku kerja hanya sampai jumat, meskipun harus Ekstensi di tempat lain dan pulang balik Pekanbaru-Siak di akhir minggu.....
    Jadi, tidak ada masalahkan?
    Aku melihat masa depan yang cerah untuk hidupku....

    Karena itulah aku menerima permintaan dari pakde ku ini.....
    Dengan segala resiko dan tantangannya.....

    Ketika aku berkata menerimanya, Pakde ku itu tersenyum senang dan puas.....
    Begitu juga dengan kedua Orangtuaku yang ada di situ, yang ternyata juga menyarankan aku untuk menerimanya, yang memang menyerahkan semua keputusan ke tanganku sendiri karena akulah yang mengatur hidup ku sendiri, akulah yang menentukan kemana hidup ini akan melangkah, mereka yang percaya akan anaknya yang akan membuat keputusan yang terbaik dan mereka akan mendukungnya.....
    Aku senang dan bahagia mendengar perkataan mereka semua....
    Pakde ku malam itu pergi ke Jakarta dan akan balik pada hari Jumat untuk menyelesaikan yang tersisa....
    Aku sendiri senang bukan main akan segera bekerja dan tidak sabar menunggu hari Jumat itu tiba.....

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

     
    ©2009 Bibi dan info lainnya | by TNB